Minggu, Desember 21, 2008

Sikap Muslim Terhadap Perayaan Hari Ibu

Oleh: Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah ditanya tentang hukum perayaan Hari Ibu. Beliau Menjawab:

Sesungguhnya setiap perayaan yang menyelisihi perayaan-perayaan yang disyari’atkan adalah perayaan bid’ah yang tidak dikenal pada masa Salafush Shalih dan terkadang berasal dari kalangan non Islam, sehingga disamping bid’ah terdapat penyerupaan dengan gaya hidup musuh-musuh Allah Subhanahu Wata’ala. Perayaan-perayaan yang disyari’atkan dan dikenal dalam Islam adalah Idul Fithri, Idul Adha, Idul Usbu’ (hari Jum’at) dan tidak dikenal dalam Islam selain ketiga perayaan tersebut.

Setiap pesta perayaan selain ketiga perayaan tersebut (Idul Fitri, Idul Adha, Hari Jum’at -red) maka sia-sia dan batal demi syari’at Allah, berdasarkan sabda Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya), “Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami, sesuatu yang bukan berasal darinya maka tertolak”. Yakni sia-sia dan tidak diterima disisi Allah Subhanahu Wata’ala, dan dalam lafadz yang lain, “Barangsiapa beramal tanpa ada tuntunan dari kami maka tertolak.”

Apabila telah jelas perkaranya maka tidak boleh mengadakan perayaan Hari Ibu seperti dalam pertanyaan di atas, tidak boleh pula menampakkan keceriaan dan kebahagiaan di hari tersebut layaknya perayaan sebuah hari raya seperti pemberian hadiah dan semisalnya. Wajib atas setiap muslim untuk merasa mulia dan bangga dengan agamanya dan mencukupkan diri di atas ketetapan Allah dan Rasul-Nya di dalam agama yang lurus yan telah diridhai Allah Subhanahu Wata’ala untuk hamba-hamba-Nya, maka tidak boleh seorang muslim menambah atau menguranginya.

Dan seyogyanya setiap muslim tidak menjadi pengekor kepada setiap propaganda namun semestinya dia menempa kepribadiannya dengan kandungan syari’at Allah Subhanahu Wata’ala sehingga menjadi contoh dan teladan bukan sebagai pengekor, karena syari’at Allah -wal hamdulillah- sempurna dari berbagai sisinya sebagaimana firman Allah subhanahu Wata’ala (yang artinya), “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam sebagai agama kalian” (Al Maidah:3)

Seorang IBU tidak cukup diperlakukan dengan baik, penuh hormat dalam setahun sekali saja, akan tetapi justru anak-anaknya yang berkewajiban untuk menjaga, memberikan perhatian dan taat kepadanya pada selain maksiat kepada Allah di setiap waktu dan tempat. (Majmu’ Fatawa 2/301)

dinukil dari artikel dengan judul
“Fatwa-fatwa Natalan dan Hari-hari Raya Non Muslim”
Sumber: majalah As Salaam
no IV Th II 2006M/1426H
halaman 13-14

Senin, Februari 18, 2008

La Tahzan ( Jangan Bersedih )

Jangan Bersedih

Bayangkan ketika anda dilanda kegusaran, dihantui kegelisahan malah sesak nafas kerana didera oleh pelbagai permasalahan yang menghantui hidup, cukuplah berkata dengan suara yang lantang, JANGAN BERSEDIH. Namun apakah cukup dengan itu? Adakah ia akan mengeluarkan anda dari segala masalah yang menimpa? Sebagai saranan yang baik, anda harus membaca buku ini, LA TAHZAN (JANGAN BERSEDIH).

Karangan seorang doctor dalam bidang hafiz (hafalan hadith) ini sehingga tahun 2004 buku telah diulang cetak sehingga cetakan ke 11. Sememangnya Dr. Aidh Al- Qarni cuba untuk membawa kelainan dalam penulisan buku yang bertemakan motivasi yang ada di pasaran. Tidak hairanlah ia bertahan sebagai buku yang terlaris selama dua tahun di dunia Arab.

Kelainan buku ini terletak pada pengisiannya yang bersumberkan aspek ketuhanan (rabbani) tanpa mengabaikan sisi kehidupan dunia. Malah kita diajak untuk melihat sisi dunia dengan kacamata yang seimbang. Cubalah anda bandingkan buku ini dengan buku yang sangat berpengaruh dan pernah menjadi best seller, misalnya,The Seven Habbit of Higly Effective,anda akan mendapati ia akan memandu kita untuk menjadi bahagia di dunia semata-mata dan meninggalkan kepentingan akhirat. Tambahan pula tiada pengisian kerohanian yang diberikan. Disinilah, orang-orang yang beriman memerlukan sentuhan kerohanian yang akan memberi input mengenai soal ketuhanan. Inilah perbezaan besar antara buku-buku motivasi karanagan penulis barat dengan buku LA Tahzan ini.

Sememangnya tulisan dalam buku ini menyajikan resepi yang mujarab dengan menunjukkan kita bagaimana meniti jalan kehidupan yang penuh pancaroba serta membangunkan kehidupan yang bahagia dengan satu kata kunci : La Tahzan, Jangan Bersedih. Melalui kata kunci ini, kita akan sentiasa optimis dengan kehidupan malah tidap pernah pula dirisaukan dengan masa lalu yang duka dan tidak pula dihambat oleh perasaan bimbang oleh masa depan yang mendatang. Tegasnya, kita akan menjadi insan yang bekerja dan berusaha untuk hari ini dengan mencurahkan segala daya usaha dan kekuatan beserta keyakinan yang total, hasil akhirnya adalah terletak pada Allah.


Percaya atau tidak, penulis mengingatkan bahawa dunia ini akan menjadi indah jika kita menikmatinya dengan senyuman, bukan dengan wajah yang suram, hati yang duka serta kesedihan yang berterusan. Malah, buku ini ditulis adalah untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan,kedamaiaan,kelapangan hati, membuka pintu optimis dan menyingkirkan segala kepayahan agar dapat membina masa depan yang indah.
Harus diakui, kekuatan buku ini terletak pada penyertaan dalil-dalil al-Quran dan hadith yang sesuai bagi setiap tema perbahasan. Selain itu, dinukilkan juga kisah yang penuh pengajaran, bait-bait syair yang mempesonakan dan kutipan kata-kata bijak pandai. Semua ini adalah rangkuman untuk memberikan keenakan kepada pembaca agar sentiasa bahagia sepanjang meniti hidup ini.


Tidak rugi kiranya untuk menghadam buku ini, seolah-olah ia berbicara kepada kita , “Bergembiralah dan berbahagialah !” Amat sesuai untuk semua peringkat kerana perbahasannya tidak terlalu panjang, penuh hikmah dan gaya bahasa yang mudah. Sesungguhnya buku ini didatangkan khas buat mereka yang sentiasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan yang mengulit diri atau pun buat insan yang sukar untuk tidur kerana dibebani kedukaan, tidak salah untuk anda membaca buku ini. Pastinya ia penuh dengan saranan yang membahagiakan.

Hari lni Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani; bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saar ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini saja,atau seakan,akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.

Dengan begitu, hidup Anda takakan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan,kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidak pastian dan acapkali menakutkan.Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Danpada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan AI,Qur'an yang safar tadabbur,dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Anda hidup saar inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan; tanamlah kebaikan sebanyak, banyaknya pada hari itu; dan persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuknya! Beristighfarlah atas semua dosa,ingatlah selalu kepadaNya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.{Maka berpegangt eguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur. } (QS. AI-A'raf: 144).

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan,kemarahan, kedengkian dan kebencian!Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda serta kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hambar esok hari yang belum tentu ada itu akan merugikan Anda?Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini,maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi? Jika Anda percaya pada diri Anda, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda akan dapat menundukkan diri Anda untuk berpegang padaprinsip: Aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan,mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati:Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja: tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari iniaku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan, alias rapi dan teratur.

Dan karena hanya ini saja aku akan hidup,maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilan ku, kebaikan tutur kata dan tindak tanduk ku."Hanya hari ini Aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun.

Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizhsalimi,meringankan penderitaan orang yang lemah,mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua "Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan", kamus bagi mereka yang mengingini kebahagiaan.


Judul : LA TAHZAN (JANGAN BERSEDIH)
Pengarang : DR. AIDH AL-QARNI
Penerbit : QISTHI PRESS ( EDISI INDONESIA)
Tahun terbitan : MEI 2004


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Used Car Pictures. Powered by Blogger